“Rohis Membuat Khoirunnisa Lebih Berprestasi, Dewasa, dan Semangat dalam segala Kondisi” (Testimoni Bapak, Ibu dan Guru SMAN 26 terhadap Khoirunnisa Azzahra)

23 Sep

Assalamu’alaikum.. wr wb

Hajimemashite watashi no namae wa Khoirunnisa Azahra desu. Hehe.. Nama saya Khoirunnisa Azahra. Saya siswi kelas 2 SMA. Dulu saat SD, ekstrakulikuler saya adalah Pramuka, Mercing Band dan Paduan Suara. Saya senang dengan berpetualang, naik gunung, dsb. Maka dari itu saya mengikuti Pramuka. Saya pun senang bermusik, dan lolos seleksi menjadi tim Paduan Suara SDN Andir Kidul + lolos seleksi menjadi tim Mercing Band SDN Andir Kidul dengan memegang alat musik drum dan belira. Keinginan saya untuk bermusik adalah saya ingin ketika umur saya sudah cukup, saya ingin ikut seleksi AFI (Akademi Fantasi yang disiarkan di Indosiar) Penggalan lagunya gini, “Menuju puncak, gemilang cahaya, mengukir cita seindah asa..” *lho kok jadi nyanyi? -__-“ dan Indonesian Idol. Karena cita cita awal saya jadi artis, dulu ngefans sama agnes monica. -_-“

Saat SD dan SMP Kelas 1, saya terbilang anak yang “cukup brandal” suka nongkrong di BSM. Sepulang hang out bareng temen temen itu sampai jam 8 atau 9 malem. *bayangkan, se absurd apa saya waktu dulu -___-“ Kerjaannya nonton fiml film hantu atau action. Pokoknya absurd lah.

Cerita saya ketika menjadi rohis itu bener bener spesial. Kisah itu dimulai saat saya menginjakkan kaki di SMP Negeri 8 Bandung. Saat itu saya mengikuti ekskul paduan suara, dan menjadi ketua paduan suara + dirigen. Karena aktivitas yang saya senangi, selain bermain gitar adalah bernyanyi. Mungkin basic nya dari kedua orangtua saya yang dulunya pemain band -___-“ Saya juga dulu ekskul voli, karena di SD setiap tim voli saya turnamen, selalu menang. Jadi ingin melanjutkan voli di SMP, kali aja bisa berprestasi kayak di SD, hehe..

Iseng pengen tau salah satu ekskul yang katanya namanya “Keluarga Remaja Muslim” tapi saya perhatiin kerjaannya dimesjiiiiiid mulu. Saya sempat berpikir, wah ini mah perekrutan teroris. Tapi kata salah seorang temen bilang, bahwa KRM itu rame lhoooo. Akhirnya saya coba masuk KRM, walaupun sebenarnya males, dan sama sekali gak niat ikut ekskul keagamaan. dulu saya belum berjilbab, masih gahoool and cool coy.. *emang iya kamu gaul? Haha

Celetuk pertama saat mengikuti yang namanya “mentoring” sama salah satu teteh, adalah “NGANTUUUUK BANGET” *ini kayak pengajian nenek nenek. Mentoring pertama itu materinya tentang ma’rifatullah. Dulu sempat ada kabar kalau yang tidak punya ekskul, tidak akan naik kelas. Paduan suara berangsur angsur memburuk, akhirnya saya putuskan untuk keluar saja. Voli ternyata gak cocok. Dikit cape, badan langsung drop alias sakit, akhirnya saya putuskan keluar voli. Tinggal 1 ekskul lagi nih, pengajian nenek nenek alias mentoring di KRM. Kalau saya lepas juga, berarti saya gak punya ekskul. Dan kalau saya gak punya ekskul, berarti saya gak akan naik kelas. *pemikiran polos saat itu. Gak mungkinlah gak naik kelas Cuma gara gara gak punya ekskul.

Saya rutin mengikuti mentoring, ketemu teteh yang sering kita sebut “bidadari” senyumnya lemah lembut, ngomongnya pelaaaan banget. Ah pokoknya kayak bidadari lah *kayak yang udah pernah liat bidadari aja. ketemu akang yang saya kira sudah menikah dan punya anak, eh ternyata masih SMA kelas 2.*haha gubraaaak.. maaf kang yak, hehe. Ketemu temen temen yang ternyata sama sama gila seperti saya. Ngerasa punya keluarga baru. Dan hidayah itu turun ketika saya kelas 2 SMP. Saya ingin berjilbab, dan saya sudah rutin mengikuti mentoring. Tapi sayangnya ketika saya sudah rutin mentoring, teteh bidadari itu pergi, sudah tidak bisa mementor lagi, karena kandungannya lemah. Akhirnya saya dan kawan kawan dipindahkan mentoring dengan teteh yang lain. yang dia saat itu kelas 2 SMA. Mulanya liat teh itu sedikit asing, kok beda ya sama teteh bidadari tadi? *pemikiran anak yang masih polos. Seiring berjalannya waktu, ternyata nyaman juga dengan teteh yang baru, dan tidak ada unsur perekrutan teroris. Saya merasa inilah da’wah yang murni. Yang tidak ada campur tangan politik, tidak ada uang untuk pementor, dan tidak ada ambisi pribadi selain meraih surgaNya. Semuanya dilakukan karena Allah, insya Allah.

Perubahan diri saya berjalan seiring dengan waktu. Saya yang brandal suka nongkrong, berangsur angsur membaik, jadi tidak suka hangout lagi. Saya yang tidak suka memakai rok, setelah dipaksakan memakai rok, mulai nyaman. Mulai memakai kerudung yang syar’i, jadi lebih giat belajar, dan di KRM itu sangat mengasah kemampuan leadership saya, memperbaiki akhlak, dsb. Tidak ada unsur perekrutan teroris. Justru ini adalah perekrutan masuk surga, hehe.. saya juga bertemu teteh teteh dan akang akang hebat dari itsar. Mereka sangat peduli sama adik adiknya.. Sehingga saya merasa sangat nyaman bersama dengan saudara saudara seperjuangan. Ini adalah rumah kedua saya, dan disinilah saya dibentuk karakternya, sifat, kepribadian, bahkan cita cita hidup. Ntah akan seperti apa saya sekarang jika tidak iseng masuk ke ekskul ini. Bermula dari iseng, semoga berbuah manisnya surga, aamiin…

Ini ceritaku, apa ceritamu? *iklanindomie

Testimoni dari orang orang terdekat Khoirunnisa Azahra:

“Nisa dulu saat belum masuk rohis, suka hangout sama teman temannya. Setelah masuk rohis, perubahannya sangat signifikan. Shalat malamnya rutin tiap hari, hafalannya jalan, jadi berjilbab, prestasinya sekolahnya baik, dan sekarang menjadi orang yang super sibuk dengan kegiatan kegiatan positif. Seringnya rapat, seperti DPR saja. “ -Ratna Yekti, orangtua Khoirunnisa Azahra-

“Perubahan positif yang dirasa sangat besar, ketika nisa masuk rohis. Jadi bukan pemalas lagi, berkomitmen kuat, dan selalu semangat dalam berbagai kondisi.” –Haryanto, orangtua Khoiunnisa Azahra

“Nisa itu siswi yang aktif di sekolah, berbakat dan berpotensi di pelajaran fisika, mudah memahami pelajaran melebihi teman temannya.” –Sri Nurhayati, S.Pd Guru Fisika SMAN 26 Bandung-

“Khoirunnisa dikenal sebagai anak muda yang cerdas dan jujur, taat dan bertanggung jawab. Dan lebih dewasa. memiliki perhatian besar terhadap lingkungan sekitarnya.” –Edi Prihadi, M.Ag Guru Agama Islam SMAN 26 Bandung-

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: