Alumni Rohis Tuntut Metro TV Minta Maaf Secara Terbuka

21 Sep

Assalaamu’alaykum wr wb

Wassalaamu ‘alaa manittaba al huda.. dan keselamatanlah bagi orang-orang yang mengikuti petunjuk Tuhannya..

Segala puji bagi Allah yang Rahmaan, yang saking kasihnya hingga memberikan kebebasan kepada makhlukNya untuk memutuskan segala pilihan hidupnya dengan aql (akal fikiran). Sholawat dan salaam kami panjatkan kepada Muhammad SAW yang telah menjadi teladan terbaik bagi semua manusia, khususnya mukmin bersikap dalam kehidupan.

Surat terbuka ini saya sampaikan kepada Metro TV perihal siaran yang berkaitan dengan ROHIS (Rohani Islam) dengan judul “pola rekruitmen teroris muda”. Dalam siaran/tayangan tersebut, Metro TV menyampaikan 5 poin yakni :

1. Sasarannya siswa SMP Akhir – SMA dari sekolah-sekolah umum

2. Masuk melalui program ekstrakurikuler di masjid-masjid sekolah

3.  Siswa-siswi yang terlihat tertarik kemudia diajak diskusi di luar sekolah

4. Dijejali berbagai kondisi sosial yang buruk, penguasa yang korup, keadilan tidak    seimbang

5. Dijejali dengan doktrin bahwa penguasa adalah toghut/kafir/musuh

“AWAS, GENERASI BARU TERORIS”

Redaksi yang terhormat,

Sebelum menyampaikan beberapa keterangan dan jawaban dari poin-pin di atas, izinkan saya perkenalkan diri. Saya Agastya, saya dulu aktifis ROHIS, berlanjut ke SMA hingga kuliah menjadi wakil ketua ROHIS kampus, dan saya bukan teroris. Menurut saya apa yang diberitakan tidak ada benarnya, penuh fitnah, dan sangat menyesatkan masyarakat tentang apa dan bagaimana itu Rohis.

Berdasarkan poin-poin di atas yang menurut Metro TV di akun twitternya menerangkan bahwa ini adalah hasil penelitian ilmiah Guru Besar UIN Jakarta, Prof. Dr. Bambang Pranowo tersebut, adalahjelas merujuk pada organisasi ROHIS. Dan poin-poin di atas, jika katanya adalah hasil penelitian ilmiah, justru menurut saya, jelas tidak ilmiah, penuh dengan kepentingan,tendensi, dan tuduhan pemutarbalikan fakta tentang ROHIS. Saya akan jawab dengan keterangan dan fakta ROHIS yang sesungguhnya.

Redaksi yang terhormat,

Saya sampaikan penjelasan per-poin.

1. Tuduhan mengatakan, sasarannya siswa SMP Akhir – SMA dari sekolah-sekolah umum

Sejarah ROHIS berkembang ketika akhir masa orde baru. Ketika itu, banyak siswa yang sudah mulai mengenakan jilbab namun masih sedikit yang memfasilitasinya. Para aktifis siswa inilah penggagas rohani Islam di sekolah-sekolah yang dikenal dg ROHIS.

Kenapa sekolah umum? Karena di sekolah ini banyak siswa-siswi yang ingin mendalami Islam, namun mereka memiliki keterbatasan lingkungan untuk belajar Islam. Guru Agama pun juga punya keterbatasan waktu dalam membimbing secara personal seluruh siswanya dalam mendalami dan menjalani nilai-nilai Islam. Karenanya, merujuk pada 2 alasan tersebutlah, ROHIS hadir sebagai solusi, untuk mendampingisiswa dengan sistem mentoring yang dilakukan oleh kakak kelas dengan usia relatif tidak terpaut jauh antara mentor dan menti (anak binaan). Hal ini dikarenakan agar lebih mudah dalam membahasakan nilai Islam kepada siswa-siswa di usianya.

Selain itu, dalam hadist rosulullah menyampaikan bahwa jika hendak melihat seseorang, lihatlah teman pergaulannya, komunitas. ROHIS mewadahi siswa siswi untuk berkomunitas secara positif, mencintai masjid, belajar untuk menegakkan sholat dan ibadah lainnya dengan lebih baik, dan terpenting adalah bisa membentuk pribadi muslim yang berkarakter.

Kenapa siswa siswi SMP SMA?

Anak usia ini adalah mereka yang masih pada masa-masa pencarian jati diri, masa pembentukan karakter, membangun mimpi, jiwa dan pondasi diri yang kuat untuk bekal masa depan.

ROHIS menginginkan para siswanya agar memiliki karakter yang mandiri, perhatian dan membangun lingkungan, berkarakter kuat untuk bermanfaat pada bangsanya kelak. Saya yakin anak ROHIS adalah salah satu solusi terbaik untuk bangsa di masa depan.

Metro TV juga sering memberitakan tentang korupnya para pejabat dan pemimpin negeri ini bukan? Saya ragu, para pejabat korup itu dulunya ikut ROHIS.

Tuduhan dengan mengatakan, masuk melalui program ekstrakurikuler di masjid-masjid sekolah

ROHIS yang biasanya adalah ekstrakurikuler di sekolah menandakan bahwa ROHIS adalah organisasi legal, formal, dan bertanggungjawab. ROHIS tidak ingin kegiatan yang sembunyi-sembunyi, ROHIS justru sangat terbuka, dan membuka diri. Dengan lembaga formal ini, ROHIS justru berharap bisa bersinergi dengan sekolah agar bersama memajukan karakter siswa-siswinya.

ROHIS juga selalu dipantau oleh pembina-pembinanya, yakni guru agama, dan tentu saja bersama diawasi oleh kepala sekolah. Jadi clear, tidak ada masalah dengan ekstrakurikuler.

Tuduhan dengan mengatakan, siswa-siswi yang terlihat tertarik kemudia diajak diskusi di luar sekolah

Adalah wajar jika kemudian kegiatan suatu organisasi ada yang berlokasi di luar sokolah. Fasilitas sekolah yang terbatas adalah salah satu faktornya. Siswa seusia ini sangat senang dengan kegiatan yang aktif seperti outbond, safari ke rumah-rumah member ROHIS, mabit, riadloh (olahraga), rihlah (rekreasi) sekaligus bertafakkur dan tadabbur alam, dll.

Fenomena 5 – 10 tahun belakangan, banyak anak SMP SMA melakukan tawuran, pergaulan bebas, kenakalan remaja yang meresahkan, anak hilang, narkoba, bahkan anak bunuh diri. Saya berani jamin, tidak ada satupun dari mereka adalah anak anggota ROHIS.

Anak ROHIS akan mengisi waktu dengan banyak memakmurkan masjid, kegiatan sosial, belajar bersama, masak-masak bersama di rumah kakak senior/mentor sekaligus diskusi positif berwawasan dan kritis pada isu-isu yang bisa menyesatkan. Pembinaan baik secara materi, lalu pendekatan psikologis yang komprehensif ini mampu menjauhkan generasi muda saat ini dari hal-hal negatif yang begitu marak saat ini.

4.   Tuduhan dengan mengatakan, mereka Dijejali berbagai kondisi sosial yang buruk, penguasa yang korup, keadilan tidak seimbang

ROHIS mengajak anggotanya untuk peka dan berpikir kritis tentang negeri ini. Kami diskusi tentang negeri ini yang penuh korupsi, kita juga banyak kajian tentang mengapa sumber daya alam negeri ini belum dikelola secara adil dan bijak, kita bahkan pernah membuat seminar tentang realitas sosial masyarakat saat ini.

ROHIS mengajak mengajak siswa-siswi ini untuk bisa merasakan apa yang terjadi pada bangsa ini, agar mampu menyiapkan sedini mungkin menjadi problem solver bagi negerinya, memberikan manfaat yang sebanyak-banyaknya untuk lingkungan yang tak seimbang. Adakah yang salah dengan ini?

Silahkan di riset ulang penelitian ilmiah professor tersebut, dan tanyakan kepada guru-guru sekolah. Berapa banyak anak ROHIS yang berprestasi ? Berapa banyak anak ROHIS yang kerap mengikuti bahkan memenangkan lomba akademik dan non-akademik ? Saya yakin sangat banyak anggota ROHIS yang juga menjadi kebanggaan sekolahnya, mejadi teladan dan membantu membangun karakter positif di sekolahnya.

Saya pun berani jamin, perbandingan total anggota ROHIS seluruh Indonesia ini, hanya kurang dari 5% atau bahkan 0% yang merugikan Negara. Karena semua anak didik ROHIS justru semangat untuk memberi, baik harta tabungan maupun jasa. Tapi, bagaimana dengan total anggota dewan negeri ini? Ada berapa persenkah yang sudah merugikan Negara? Redaksi terhormat tentu lebih tahu daripada saya.

Setiap orangtua menginginkan pendidikan terbaik bagi anaknya, berprestasi, dan lain-lain. Adakah sukses mendapatkan pendidikan terbaik hanya bermodal uang? Tanpa ada kemauan dan karakter pribadi anak itu sendiri yang prestatif?

Kami ROHIS, mendorong agar anggota kami mendapatkan pendidikan terbaik, mendapatkan beasiswa, bermindset mandiri agar tidak menyusahkan bangsa di masa depan, menjadi pengusaha agar mampu membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain, bahkan menjadi agen perubahan untuk memperbaiki bangsa.

Ada pula tuduhan mengatakan, anak-anak Rohis Dijejali dengan doktrin bahwa penguasa adalah toghut/kafir/musuh

Ini sepenuhnya FITNAH. Tidak ada yang perlu dijelaskan di poin ini.

Oleh kerena itu saya sebagai alumni ROHIS 2001, saya tidak pernah menemukan aktifitas-aktifitas yang merugikan Negara, apalagi teroris. Silakan cek redaksi terhormat kepada teman-teman saya, juga beberapa seminar yang pernah saya isi menjadi pembicara, tidak ada hal yang lebih baik disampaikan, dimotivasikan, didoktrinkan, kecuali materi untuk memperbaiki diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara.

Saya bersama teman-teman alumni ROHIS lainnya, mendesak agar Redaksi Metro TV terhomat besikap bijak, dan tidak memberikan pemberitaan yang tidak benar. Saya bersama teman-teman alumni ROHIS lainnya juga menuntut Metro TV untuk meminta maaf secara terbuka kepada anggota dan alumni ROHIS seluruh Indonesia, serta memberikan klarifikasi akan berita yang disampaikan.

Dampak jangka panjang bila Metro TV tidak membuat permintaan maaf dan klarifikasi adalah opini negatif tentang ROHIS semakin meluas, yang artinya berdampak pada sikap orangtua dalam memberikan izin kepada anaknya untuk mengikuti Rohis, dan berarti semakin sedikit juga potensi kebaikan yang bisa dibangun sejak SMP dan SMA.

Apabila Metro TV tidak juga memberikan klarifikasi dan permohonan maaf, saya bersama teman-teman alumni ROHIS lainnya akan berkesimpulan bahwa Redaksi Metro TV mendukung kenakalan dan tidak beradabnya remaja, mendorong agar remaja menjauhi masjid, dan mendukung umat Islam Indonesia untuk tidak taat pada Tuhannya. Bukankah ini tidak sesuai dengan nilai Pancasila? Yang berketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab? Bagaimana bisa beradab bangsa ini jika generasi mudanya tidak dididik dengan karakter dan nilai-nilai adab ketuhanan?

Meski begitu, kami anak ROHIS tetap akan bersikap santun dan sopan, kami tidak akan berbuat anarki. Demo pun tak pernah ada sejarahnya, kalaupun ada, anak ROHIS tidak melakukan perusakan.

Melalui surat terbuka ini saya bersama teman-teman alumni ROHIS lainnya juga bermaksud meyakinkan kepada seluruh siswa-siswa dan orang tua SMP-SMA se-Indonesia. Bahwa ROHIS adalah tempat yang aman, nyaman dan tepat untuk belajar Islam secara benar. ROHIS adalah tempat yang tepat dan benar untuk mendapatkan pendidikan karekter anak-anak yang positif, mandiri, membangun, berkeadilan, beradab, bahkan berkepemimpinan.

ROHIS juga lingkungan yang tepat untuk mendalami ilmu agama yang ada dan juga yang disampaikan di kelas. ROHIS jauh dari terorisme, justru RIHIS sangat mendorong anggotanya untuk bisa memajukan bangsa ini dengan cara yang produktif. Dan saya percaya, kelak akan lahir pemimpin-pemimpin yang amanah, tidak korup, dan membawa perbaikan bangsa dari para alumni ROHIS, insya Allah.

Surat ini saya buat bersama dengan kawan saya, yang juga alumni aktifis ROHIS juga pernah menjabat menjadi ketua rohis kampus, Ridwansyah Yusuf, dan mewakili semua alumni ROHIS juga suara anak-anak ROHIS saat ini.

“Kami anak ROHIS, kami besar dan berkembang di ROHIS, dan kami BUKAN teroris”

Wassalaamu’alaykum wr wb.

Agastya Widhi H

Alumni aktifis ROHIS 2001.
Sekjen Young Islamic Leaders Indonesia
Anggota Forum Pemuda Islam Jakarta (FORPIJA)
Ketua Majelis Ta’lim AR&Co– Largest Augmented Reality in South East Asia Company.

Rep: Thufail Al-Ghifari
Red: Cholis Akbar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: