METROTV SEBUT ROHIS TERORIS: Gamais ITB menyesalkan

19 Sep

JAKARTA: Keluarga Mahasiswa Islam ITB menyesalkan tayangan MetroTV mengenai pola rekrutmen teroris muda memiliki informasi yang keliru.

Salah satunya bahwa kaderisasi teroris masuk melalui program ekstra kurikuler di masjid – masjid sekolah (familiar disebut dengan rohis).

Hal ini sarat dengan ketidakjujuran dan penyesatan opini. Padahal kegiatan rohis erat hubungannya dengan perbaikan diri dan penebar kemaslahatan bukan kebencian dari para penggeraknya.

 

Media bersangkutan menyatakan bahwa data yang disampaikan merupakan hasil penelitian salah seorang sumber yang bernama Prof Bambang Pranowo.

Namun, pendapat yang keliru itu memunculkan banyak pertanyaan khususnya terkait validitas data yang digunakan. Berbagai macam kecaman dan kekhawatiran menjadi respon yang umum terhadap pemediaan ini.

Harapan dari banyak orang agar informasi ini tidak memberikan dampak buruk untuk para penggerak rohis ataupun memberikan ketakutan dari banyak orang dalam mengikuti kegiatan rohis.
Sebagai organisasi dakwah kampus nasional yang senantiasa membangun kemitraan dengan aktivitas rohis. Terlebih kami pun memiliki misi yang sama dalam memberikan perubahan karakter dan kemaslahatan yang luas.

Gamais ITB menyatakan beberapa hal dan himbauan untuk masyarakat dalam menindaklanjuti pemediaan yang bisa menyesatkan opini tersebut.

– Keprihatinan terhadap pemberitaan media nasional yang bisa menyesatkan opini publik terkait    dengan rohis

– Kami menghimbau media nasional bersangkutan untuk mengklarifikasi ulang hingga meralat informasi sesat yang diberikan kepada masyarakat.

– Kami mengajak semua masyarakat agar tetap jernih dalam menilai segala bentuk pemberitaan di media yang belum jelas asal usulnya

– Kami mengajak orangtua dan para anak muda muslim agar jangan khawatir untuk beraktivitas bersama ekstrakulikuler sekolah khususnya ekstrakulikuler masjid (rohis).

– Sebagai organisasi kemahasiswaan yang menjunjung tinggi integritas, sikap kritis, dan budaya penelitian, kami mengundang pembicara Prof. Dr. Bambang Pranowo untuk     menjadi salah satu pembicara dalam diskusi terbuka terkait dengan “Aktivitas Keislaman Pemuda” di Bandung. Dan kami mengundang Metro – TV untuk melakukan peliputan     secara langsung.
Satu lagi pemberitaan di tivi Indonesia yang bakal menimbulkan polemik. Metro TV dalam salah satu beritanya menayangkan, pola rekrutmen teroris muda melalui sekolah, diantaranya:

1.Siswa SMP akhir dan SMA sekolah-sekolah umum.
2.Masuk melalui program ekstra kurikuliler di masjid-masjid sekolah
3.Siswa siswi yang terlihat tertarik kemudian diajak diskusi diluar sekolah
4.Dijejali berbagai kondisi sosial yang buruk, penguasa korup dan ketidakadilan
5.Dijejali doktrin bahwa pnguasa adalah thagut/kafir/musuh.(api)

Arif Pitoyo

diambil dari bisnis.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: